Memasang Batu Alam Dengan Pola Maju Mundur

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan kesan menarik dalam memasang batu alam pada dinding, diiantaranya yaitu dengan pola maju mundur. Dengan pola tersebut, batu alam akan terkesan tampil beda.

Tetapi, bagaimana ya cara memasang batu alam dengan pola maju mundur? Lihat tipsnya di bawah ini:  

Cara memasang batu alam dengan pola maju mundur

1.     Persiapan material:

  • Yang dibutuhkan adalah paku (biasanya paku beton) dan tali untuk acuan (tarik benang) agar mudah dalam pemasangan batu alam nanti sehingga hasilnya rapi serta siku.
  • dan pasir sebagai perekat.
  • pelapis/coating ARCA Seri Perlindungan Batu Alam, untuk menjaga penampilan permukaan batu alam agar tidak berlumut atau kusam.
  • Material batu alam.

2.     Mempersiapkan lokasi kerja:

Untuk tembok yang masih baru atau belum diaci, bisa langsung tarik benang dan lanjut ke pemasangan. Tetapi untuk tembok yang sudah jadi dan sudah dicat, maka tembok yang akan dipasang batu alam harus dibobok terlebih dahulu. Maksudnya agar adukan semen untuk batu alam alam nanti bisa menempel/menyatu dengan lapisan semen sebelumnya.

3.     Menarik benang sebagai acuan:

Pasang paku acuan di bagian atas dan bagian bawah pada dinding yang akan ditempel batu alam. Ambil salah satu sisi yang siku untuk awal pemasangan, jadi batu alam yang utuh mulai dipasang dari sana. Jangan lupa basahi dahulu tembok sebelumnya, agar lapisan semennya agak lembab serta lunak sehingga bisa menyatu dengan lapisan semen yang baru.

4.     Pemasangan:

Awal pemasangan batu alam

  • Pemasangan dimulai dari bawah ke atas.
  • Agar batu alam tidak merosot ke bawah maka dibutuhkan pengganjal.

Batu alam diberi adukan semen pasir

  • Disesuaikan tinggi permukaannya, seberapa maju yang diinginkan. Diketuk-ketuk dengan palu agar sesuai tinggi permukaannya. 
  • Cara pemasangannya kurang lebih sama dengan cara pasang keramik. Setelah diberi lapisan semen pada bagian belakang, batu alam lalu diletakkan pada posisinya dan diketuk-ketuk dengan palu agar lapisan semennya menyebar dan menjadi padat/mengisi ruang kosong di belakang batu alam tersebut.

Bersihkan sisa semen yang keluar

  • Agar cepat kering, diberi bubuk semen untuk menyerap kadar air pada adukan.
  • Bersihkan permukaannya dari sisa semen, jangan lupa bagian sisinya juga. Pada proses ini biasanya ada semen yang berlebih dan keluar melalui sisi samping batu alam, cukup bersihkan kelebihan semen ini dengan menggunakan kuas dan air. Ingat, batu alam lebih rentan daripada keramik karena pori-porinya lebih besar.

Jika proses pemasangannya memakan waktu lebih dari 1 hari dan dalam kondisi hujan maka tutupi batu alam yang sudah terpasang tersebut dengan terpal agar air tidak dapat masuk dan membasahi lapisan semen lagi. Jika tidak, hal ini bisa menyebabkan lapisan semen lama mengering dan batu alam bisa lepas dari posisinya. Bisa juga membuat penampilan batu alam menjadi kotor karena adanya semen yang merembes keluar terbawa oleh air.

5.     Memberikan pelapis ARCA  Seri Perlindungan Batu Alam

Setelah selesai dipasang dan permukaan batu alam sudah kering, bisa langsung dilapisi dengan pelapis ARCA menggunakan kuas. Pastikan batu alam sudah diberi cairan ARCA PEMBERSIH LUMUT sebelum dilapisan cat ARCA. Dengan begitu, batu alam tampil lebih natural, indah, dan tahan lama.

Biasanya pelapisan diberikan sebanyak 3 kali agar lebih bagus hasilnya dan batu pun semakin awet.

Wajah Baru Batu Alam, susun sirih sebenarnya terbuat dari bahan batu alam andesit ( ada yang andesit polos dan juga andesit bintik ) yang dibentuk dengan ukuran kecil memanjang, biasanya susun sirih ber ukuran 3x panjang ( centimeter ) misalnya 3×30 cm, 3x40cm,3x50cm dan seterusnya.

ada dua jenis batu alam susun sirih :

  • yang pertama adalah susun sirih rtm ( rata mesin ). yaitu, kedua permukaan batu tersebut bentuknya sama rata karena keduanya diolah dengan mesin pomotong batu. jadi walaupun batu dipasangkan bolak balik hasilnya tetap sama rata.
  • yang kedua adalah susun sirih rta ( rata alam ). yaitu pada satu sisi permukaan batu diratakan dengan mesin dan sisi yang satunya lagi dipahat / memang sengaja dibuat benjolan benjolan agar batu dapat menyatu dengan alam dan lebih terkesan natural.

dari kedua jenis batu alam susun sirih tersebut tersedia dalam dalam kategori susun sirih bintik dan susun sirih polos.

pada suatu penempatan tertentu agar batu alam susun sirih ini tidak terkesan monoton, ada beberapa teknik pemasangan yang dapat dilakukan misalnya saja adalah: kombinasi maju mundur ( seperti dalam foto pekerjaan kami berikut ) bisa juga kombinasi rtm dan rta, kombinasi ukuran dll. bahan yang digunakan adalah batu alam susun sirih polos dengan ukuran batu 3x50cm dan 3x30cm. yang perlu diperhatikan adalah:

  • yang pertama, pada pengaturan kombinasi pasangan batu alam. penyesuaian jarak antara pasangan batu yang keluar dan pasangan batu yang masuk ( tenggelam ) hal ini akan berpengaruh pada ritme pemasangan batu alam.
  • yang kedua, pada kerapain penyusunan batu alam.

ini meliputi: kerapatan nat sambungan antar batu, semakin rapat nat batu akan semakin lebih bagus. pemasangan yang sejajar ( nol derajat ) jangan sampai ada pemasangan batu alam yang miring, ini akan membuat pemasangan batu alam terlihat tidak sejajar dan awut-awutan.

  • kebersihan pemasangan batu alam, finishing juga perlu diperhatikan ( menjaga pemasangan agar tetap bersih sampai pada masa serah terima pekerjaan ) jangan sampai pemasangan batu alam masih terlihat sisa bekas adukan dan juga bercak bercak putih karena batu ini sangat rentan terhadap air keras.

dan masih terdapat beberapa teknik kunci pemasangan, agar pemasangan batu alam nampak hidup, asri, dan juga tidak terkesan membosankan.semua itu tergantung pada kemampuan cara mengolah pemasangan batu alam agar menjadi semakin lebih baik.